Authentic English learning material for computer science students
Fakultas Ilmu Komputer mewajibkan mahasiswa untuk mempelajari
Bahasa Inggris. Saat ini, di universitas Lancang Kuning telah menerapkan
kurikulum Outcome Based Learning. Buku ajar yang berjudul Authentic English
Learning Material for Computer Science Students ini bertujuan agar mahasiswa
dapat memperoleh bahan ajar yang authentic. Setelah menonton video ini,
diharapkan mahasiswa dapat memainkan peranan seperti yang ada di dalam video
yang dituangkan ke dalam buku ajar ini secara rinci. Buku ajar ini juga
diperuntukkan untuk dosen Bahasa Inggris yang mengajar di fakultas Ilmu
Komputer.
Buku ajar ini telah melalui serangkaian proses dari berbagai sumber seperti
internet sebagai referensi yang dapat menyesuaikan fenomena yang terjadi dalam
kehidupan sehari – hari. Selain itu, buku ini merupakan hasil kolaborasi dosen
Bahasa Inggris dengan dosen dari bidang ilmu Komputer. Sehingga penyusunan
materi tidak kehilangan arah dan ruang lingkup dari bidang ilmu komputer itu
sendiri. Pengalaman salah satu penulis buku ini mengajar mata kuliah Bahasa
Inggris MKU di Fakultas Ilmu Komputer sejak tahun 2017 turut menjadi faktor
yang membantu penyusunan materi dalam buku ajar Bahasa ini.
Buku ini terdiri dari 3 bab. Bab pertama mengambil topik sebuah video yang
berdurasi sekitar 22,21 menit berjudul Mom Shuts Down Kids’ Electronics, she
Lives to Regret it. Video ini menceritakan tentang fenomena yang sering terjadi
pada kehidupan generasi saat ini. Seringkali orang tua lalai dalam memberikan
fasilitas gadget kepada putra – putri mereka. Sebagaimana diketahui bahwa
tekhnologi seperti dua sisi mata uang yang berlainan, terdapat sisi positif dan
negative dalam penggunaannya. Pada video ini pada awalnya penonton dibawa
untuk memahami sisi orang tua yang tidak ingin anak – anak mereka terjebak dalam
situasi penggunaan gadget yang berlebihan sehingga meninggalkan semua aktifitas
lain. Banyak anak – anak yang kecanduan dalam bermain gadget yang
mengakitbatkan masa depan mereka berantakan. Namun pesan moral yang
disampaikan dalam video ini adalah kisah 3 orang anak dari sebuah keluarga yang
memiliki minat dan bakat dalam merancang sebuah games. Pada awalnya orang tua
mereka tidak mampu melihat minat dan bakat mereka. Namun suatu hari, ketika
mereka diberikan kesempatan, anak – anak tersebut mampu membuktikan kepada
orang tua mereka bahwa mereka memiliki kemampuan dalam bidang tersebut.
Ketika mereka dewasa, justru kemampuan itulah yang membawa mereka kepada
kesuskesan dalam karirnya. Pesan moral yang disampaikan pembuat video ini
bahwa terkadang orang tua harus mampu mendengar dan menelaah keinginan dan
kemampuan anak. Perlu digaris bawahi bahwa zaman orang tua dengan zaman gen
Z saat ini sangat jauh berbeda. Video ini sangat menarik dan sangat perlu ditonton
oleh orang tua baru yang memiliki anak generasi Z saat ini.
Bab kedua mengambil topik sebuah video yang berdurasi sekitar 27,05
menit berjudul greedy boss fires staff by using AI, he instantly regrets it. Video ini
menceritakan tentang seorang bos yang memecat semua staffnya karena ingin
menggantikan tugas mereka dengan robot yang dapat bekerja seperti manusia. Hal
ini dilakukannya untuk menghemat biaya pengeluaran perusahaannya dan
mendapatkan lebih banyak keuntungan. Awal mula bos tamak ini mendapatkan ide
ketika dia makan disebuah restaurant dan menemukan pelayan restoran itu sebuah
robot yang dapat bekerja seperti manusia. Kemdian ketika dirumah, putrinya
meminta untuk dibantu membuat tugas sekolahnya. Dia mencoba melakukan
pekerjaan ruman putrinya melalui aplikasi berbasis Artificial Intelligent dan
berhasil. Kemudian istrinya menelfonnya dari rumah sakit dan ingin ia
mendengarkan ceritanya. Namun, karena dia lelah, dia menggunakan aplikasi AI
untuk melayani istrinya berbicara di telefon. Hal tersebut terus menerus ia lakukan
sehingga ia memutuskan untuk memecat semua karyawannya. Atas ketamakannya,
awalnya berjalan sesuai yang ia inginkan. Namun, pada saat dia mempresentasikan
sebuah produk, kliennya sangat kecewa dengan presentasi hasil AI nya. Akhirnya,
perusahaan tersebut memutuskan hubungan kerjasama dengan perusahaannya. Dia
kehilangan banyak keuntungan. Istrinya dirumah juga sangat marah karena saat
menelefon semalam, aplikasi AI yang dia gunakan dalam berkomunikasi berbicara
tidak sopan dengan istrinya. Begitu juga dengan anaknya yang sebenarnya ingin
meminta waktunya Bersama buka hasil robot yang meminta membantu kerja
anaknya. Pesan moral yang disampaikan dalam video ini bahwa tekhnologi
memang dapat membantu pekerjaan manusia, namun tidak semua pekerjaan dapat
dilakukan dengan otomatis.
Bab ketiga mengambil topik sebuah video yang berdurasi sekitar 17,51
menit berjudul kids build secret gaming room to hide from mom. Video ini
menceritakan tentang seorang anak berusia 14 tahun yang kecanduan bermain
game. Dikarenakan ibunya membatasinya bermain game hanya sampai jam 9
malam. Dia mendapatkan ide untuk membangun sebuah ruangan rahasia agar dia
bisa bermain sepuasnya tanpa dibatasi. Dia mulai menyusun rencana dengan cara
mengatur perjalanan liburan ke Bali untuk ibunya. Awalnya memang ada timbul
kecurigaan ibunya, namun karena dia sudah mengatur dengan rapi ibunya percaya.
Dalam penerbangan pesawat ibunya mengalami badai yang menyebabkan pesawat
tidak jadi melakukan penerbangan. Ibunya pulang dengan terkejut melihat ruangan
rahasia yang sudah dibuat anaknya. Namun yang ironisnya, ternyata ibunya telah
membuatkan ruangan khusus persis seperti ruangan rahasia tersebut sebagai hadiah
natal. Pesan moral yang dapat dipelajari dari cerita ini bahwa kebohongan yang
dilakukan tidak akan berakhir dengan baik. kecanduan terhadap gadget mendorong
seseorang untuk melakukan hal apa saja untuk medapatkan tujuan yang diinginkan.
Dalam ketiga bab ini, mahasiswa diminta untuk memahami isi kandungan
video, menemukan tenses yang terdapat dalam percakapan; mengungkapkan nilai
moral yang terdapat dalam video; serta menceritakan kembali video tersebut
dengan Bahasa mahasiswa sendiri. Sehingga dalam tahapan ini mahasiswa melalui
empat tahapan kemahiran dalam Bahasa inggris yaitu listening, speaking, reading,
dan writing.