Dinamika Sirkulasi Elit dalam Transformasi Kebijakan Lingkungan
Berangkat dari premis bahwa kebijakan ekologi tidak pernah netral secara politik, analisis dalam buku ini membongkar pola relasi dan interlocking interests antara elit politik, birokrasi, dan pelaku ekonomi pada tiga sektor strategis yang paling rentan yaitu kehutanan, pertambangan, dan perkebunan. Buku ini menempatkan perubahan regulasi dalam konteks jaringan kekuasaan guna menghindari pembacaan normatif yang sering terjebak pada teks kebijakan semata tanpa memahami struktur politik-ekonomi yang melahirkannya. Melalui sintesis teori elit klasik Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, Robert Michels, hingga pendekatan power elite C. Wright Mills, buku ini menunjukkan bahwa pergantian rezim dan reformasi regulasi pasca-Reformasi lebih sering menghasilkan adaptasi strategis yang inkremental ketimbang perubahan struktural yang fundamental. Alih-alih menggeser paradigma pembangunan berbasis ekstraksi sumber daya alam, kebijakan lingkungan kerap terjebak menjadi arena kompromi dan akomodasi demi menjaga stabilitas investasi dan pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai sebuah kontribusi penting dalam studi environmental governance dan politik hijau di negara berkembang, buku ini menawarkan perspektif baru yang menggabungkan teori klasik dengan dinamika kontemporer. Buku ini menegaskan transformasi ekologis substantif menuntut perubahan besar yang melampaui sekadar reformasi prosedural atau rotasi aktor politik. Ia membutuhkan redistribusi kekuasaan, penguatan akuntabilitas publik, transparansi total dalam perizinan, serta konsolidasi nyata kelompok reformis demi mewujudkan keadilan ekologis dan keberlanjutan jangka panjang.